Linkarutama.com – Dipimpin Pj. Gubernur Lampung Samsudin saat memberikan arahan pengendalian inflasi daerah yang strategis dan komprehensif dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (10/10/2024).
Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung ini, Pj. Gubernur Samsudin menekankan langkah-langkah pengendalian inflasi di wilayah Provinsi Lampung dan menargetkan tingkat inflasi yang lebih stabil, sesuai dengan standar nasional. Samsudin menegaskan bahwa target inflasi nasional tahun 2024 adalah 1,5% hingga 3,5%, dengan angka ideal yang diharapkan berada pada kisaran 2,5% plus-minus 1%.
“Kita perlu upaya pengendalian yang terukur agar inflasi di Lampung tidak melebihi standar nasional, namun juga tidak terlalu rendah,” tegas Samsudin.
Pj. Gubernur Samsudin juga menekankan pentingnya pengumpulan data yang akurat dan sistematis untuk memantau pergerakan inflasi di Lampung.
“Langkah-langkah pengendalian inflasi harus berbasis pada data yang akurat dan perlu disosialisasikan dengan baik agar masyarakat juga memahami peran mereka dalam menjaga stabilitas harga,” imbuhnya.
Ia juga mengarahkan para kepala daerah untuk memantau perkembangan inflasi di wilayah masing-masing secara intensif, serta terus berkoordinasi dengan satgas pangan dalam menjaga kelancaran distribusi dari tingkat distributor hingga ke pengecer.
“Pemantauan yang efektif harus dilakukan secara rutin agar inflasi di Lampung tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung, Rinvayanti menyampaikan, bahwa saat ini sedang dikembangkan sistem Satu Data Informasi Harga Pangan atau “SADAR PANGAN” pada website TPID Provinsi Lampung.
Melalui SADAR PANGAN akan didapat gambaran yang jelas dan lengkap mengenai perkembangan harga pangan di berbagai wilayah Provinsi Lampung.
“Nanti tinggal di klik, daerah mana yang kita ingin ketahui perkembangan harga komoditinya.
Selanjutnya, data tersebut dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan apakah perlu dilakukan intervensi pasar atau tidak oleh pemerintah daerah”, ujar Rinvayanti.
Selain memuat informasi harga pangan, website TPID juga akan di upgrade dan di update dengan menambah menu-menu baru lainnya pada Sistem Pelaporan Kinerja (SIMPEL Aja), seperti operasi pasar, kerjasama antar daerah, dll.
Dengan demikian, seluruh program kegiatan pengendalian inflasi yang dilaksanakan dapat terdata dengan baik.
“Untuk dapat mengimplementasikannya, saat ini melalui dukungan dari KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung sedang dilaksanakan Capacity Building TPID se-Provinsi Lampung ke Provinsi Jawa Barat”, sambungnya kembali.
Acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ditutup oleh Pj. Gubernur Lampung Samsudin dengan mengapresiasi Bulog, BPS, Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten/Kota atas kerja sama yang baik dalam pengendalian inflasi. Pertemuan HLM ini tidak hanya menjadi sarana diskusi, namun juga wujud nyata dari keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengatasi inflasi yang dapat mempengaruhi perekonomian daerah.
Langkah-langkah yang diambil pada pertemuan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat luas.(her)

