Linkarutama.com – Antrean BBM di sejumlah SPBU di Lampung tak lagi sekadar mengular. Kendaraan disebut harus menunggu hingga tiga hari, sementara pengemudi bahkan terpaksa tidur di bawah kendaraan demi menanti giliran mendapatkan bahan bakar.
Situasi itu menjadi alarm bagi DPRD Provinsi Lampung. Sekretaris Fraksi PAN yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Iswan H Caya, mendesak pemerintah pusat segera memproses penambahan kuota BBM bersubsidi untuk Lampung.
Desakan itu disampaikan setelah Iswan bersama para pimpinan fraksi DPRD Lampung melakukan kunjungan ke Patraniaga Pertamina, Jumat lalu. Pertemuan tersebut difokuskan untuk mencari jalan keluar atas persoalan antrean dan memastikan permohonan tambahan kuota dari Pemprov Lampung segera ditindaklanjuti.
Iswan mengatakan, persoalan yang terjadi bukan semata-mata karena kuota tidak mencukupi. Tekanan terhadap pasokan juga dipicu perubahan pola konsumsi masyarakat akibat lebarnya selisih harga BBM subsidi dan nonsubsidi.
“Selisih harga BBM subsidi dan nonsubsidi sekarang kembali naik sekitar Rp4.000. Ini mendorong peralihan kendaraan yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi ke subsidi,” ujar Iswan, Senin (14/9/2026).
Pada saat bersamaan, kebutuhan BBM di Lampung terus meningkat. Aktivitas ekonomi yang tumbuh, lonjakan kunjungan wisatawan, serta bertambahnya jumlah kendaraan membuat konsumsi bahan bakar ikut terdorong naik.
Iswan menyebut kunjungan wisata di Lampung meningkat sekitar 25 hingga 28 persen, sedangkan jumlah kendaraan tumbuh sekitar 21 persen.
“Pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi. Kunjungan wisata meningkat, jumlah kendaraan juga bertambah. Artinya, kebutuhan BBM otomatis ikut naik,” katanya.
Tekanan itu semakin terasa karena BBM juga dibutuhkan untuk menopang berbagai aktivitas, termasuk program swasembada pangan di daerah.
Karena itu, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat pada 3 September 2026 untuk meminta tambahan kuota BBM. DPRD Lampung kini mendorong agar permohonan tersebut tidak berhenti di meja administrasi.
“Kami datang ke Pertamina untuk menindaklanjuti surat Gubernur Lampung agar permohonan penambahan kuota tersebut segera diproses,” tegas Iswan.
Menurut dia, dampak persoalan BBM kini mulai meluas. Antrean yang sebelumnya lebih banyak terjadi di wilayah tertentu mulai merambah SPBU di kawasan perkotaan.
Bahkan, kendaraan truk yang sebelumnya tidak masuk SPBU dalam kota kini ikut mengantre karena membutuhkan BBM.(*)

