Linkarutama.com – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat laba bersih Rp4,9 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 37,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Kamis (29/10/2026).
Pada periode yang sama, Indosat membukukan pendapatan Rp45,8 triliun, naik 11% secara tahunan. Sementara itu, EBITDA perusahaan mencapai Rp21,1 triliun.
Kinerja ini memperkuat langkah Indosat untuk bertransformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI TechCo. Perusahaan mempertahankan bisnis telekomunikasi sekaligus mengembangkan AI dan layanan komputasi awan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Laba Indosat 2026 Tumbuh, Pendapatan Capai Rp45,8 Triliun
Bisnis telekomunikasi tetap menopang kinerja Indosat sepanjang Januari–September 2026. Selain menjaga kualitas jaringan, perusahaan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memahami kebutuhan pelanggan dan meningkatkan pendapatan.
Strategi tersebut mendorong rata-rata pendapatan per pengguna seluler atau Average Revenue Per User (ARPU) gabungan naik 16,5% menjadi Rp46.000.
Pada saat yang sama, trafik data meningkat 16% menjadi 14.829 petabyte. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kebutuhan pelanggan terhadap konektivitas dan layanan digital.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Indosat terus berinvestasi pada kualitas jaringan, pemanfaatan spektrum, dan teknologi 5G. Perusahaan juga menggunakan analisis data untuk menawarkan layanan yang lebih relevan bagi pelanggan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa bisnis telekomunikasi menjadi fondasi utama transformasi perusahaan.
Menurutnya, kekuatan finansial Indosat mendukung investasi pada jaringan, spektrum, dan pengembangan teknologi AI. Perusahaan juga ingin memenuhi kebutuhan infrastruktur serta solusi AI di Indonesia maupun pasar global.
Pendapatan AI Cloud Indosat Tembus US$50 Juta
Di luar bisnis telekomunikasi, Indosat mulai memperluas sumber pendapatannya melalui layanan AI dan komputasi awan. Pendapatan Indosat AI Cloud mencapai US$50 juta selama sembilan bulan pertama 2026.
Pencapaian tersebut melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Bahkan, perusahaan memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat menyentuh US$100 juta hingga akhir 2026.
Proyeksi itu mencerminkan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap komputasi AI dan layanan cloud. Karena itu, Indosat terus mengembangkan kemampuan teknologi untuk menangkap peluang bisnis tersebut.
Alih-alih hanya mengandalkan layanan seluler, perusahaan juga membidik kebutuhan korporasi terhadap kapasitas komputasi, infrastruktur digital, dan penerapan AI.
Indosat Bangun Ekosistem AI Terintegrasi
Untuk memperkuat bisnis AI, Indosat mengembangkan ekosistem yang menghubungkan jaringan telekomunikasi, fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, dan aplikasi perusahaan.
Melalui RAIA Grid, perusahaan mengelola jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur ini mendukung konektivitas antara sumber daya komputasi dan berbagai kebutuhan digital.
Sementara itu, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya. Perusahaan menargetkan kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW) dalam ambisi jangka panjangnya.
Kombinasi infrastruktur tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk mengakses dan mengembangkan solusi AI sesuai kebutuhan operasional.
Indosat Intelligence Suite Bidik Pelanggan Korporasi
Indosat turut memperluas layanan AI melalui Indosat Intelligence Suite, solusi yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi F5.
Layanan ini menyediakan akses terkelola ke model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Dengan solusi tersebut, pelanggan korporasi dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur.
Melalui pendekatan ini, Indosat ingin mengubah investasi teknologi menjadi pendapatan komersial sekaligus memperluas akses perusahaan terhadap solusi AI.
Indosat Perkuat Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang
Indosat mengandalkan dua pilar untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Pertama, perusahaan mempertahankan telekomunikasi sebagai sumber pendapatan utama. Kedua, Indosat mengembangkan layanan AI dan cloud untuk menangkap peluang ekonomi digital.
Pertumbuhan laba bersih, kenaikan ARPU, dan peningkatan trafik data memperkuat fondasi bisnis inti perusahaan. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan AI Cloud membuka peluang ekspansi di luar layanan konektivitas tradisional.
Melalui strategi tersebut, Indosat berupaya mendukung kebutuhan digital pelaku usaha di Indonesia dan pasar internasional. Perusahaan juga ingin memperluas pemanfaatan AI sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.(*)

