Susur Sungai Ciputat, FPSC Temukan Sejumlah Persoalan Lingkungan

Linkarutama.com — Forum Peduli Sungai Ciputat (FPSC) menggelar kegiatan Susur Sungai Ciputat Tahap 1 pada Minggu (31/5/2026) sebagai upaya mengidentifikasi berbagai faktor yang diduga menjadi penyebab banjir di wilayah Ciputat dan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan yang berlangsung dari kawasan Universitas Terbuka hingga Graha Hijau tersebut diikuti 210 peserta dan didukung 10 unit ambulans. Para peserta berasal dari unsur warga, karang taruna, komunitas relawan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta personel instansi pemerintah dan aparat.

Ketua FPSC Akhmad Mutakin mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi keresahan warga terhadap banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan permukiman, seperti Perumahan Payung Mas, Asrama Polisi Udara, Perumahan Pondok Hijau, dan Perumahan Inhutani.

Menurutnya, banjir tidak hanya terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, tetapi juga ketika hujan sedang hingga ringan. Kondisi tersebut mendorong warga untuk mencari akar persoalan yang menyebabkan banjir terus berulang.

“Berangkat dari keresahan itu, FPSC yang terbentuk pada 10 Mei 2026 berinisiatif melakukan monitoring aliran Sungai Ciputat melalui kegiatan susur sungai,” kata Akhmad.

Ia menjelaskan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri atas tim medis, logistik, lima tim susur sungai, dan lima tim darat yang bertugas melakukan asesmen kepada warga. Seluruh tim bergerak secara serentak mulai pukul 08.30 WIB dari lima titik yang telah ditentukan.

Rute pengamatan meliputi kawasan Universitas Terbuka hingga Pondok Payung Mas, Pondok Payung Mas hingga Pondok Hijau, Pondok Hijau hingga Fly Over Ciputat, serta Fly Over Ciputat hingga Graha Hijau.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, dan berakhir pada pukul 12.30 WIB.

Selama proses pemantauan, tim menemukan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tata ruang wilayah, pengelolaan lingkungan, penegakan aturan, hingga perilaku masyarakat di sekitar aliran sungai.

FPSC saat ini tengah mengumpulkan dan menganalisis berbagai temuan lapangan berupa foto, video, titik koordinat berbasis Global Positioning System (GPS), serta keterangan warga. Temuan tersebut akan dikelompokkan berdasarkan wilayah, jenis, dan tingkat permasalahan.

Akhmad mengatakan seluruh hasil pemantauan nantinya akan disusun dalam sebuah laporan yang dapat diakses publik dan disampaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan serta DPRD Kota Tangerang Selatan.

“Kami berharap laporan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan untuk mengambil langkah-langkah penanganan banjir yang cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya. (*/her)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *