Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

Linkarutama.com – Bank Lampung mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih lebih dari Rp200 miliar. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa (13/1/2026).

“Dari sisi kinerja, laba bersih Bank Lampung selama 2025 mencapai lebih dari Rp200 miliar dan ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Indra dalam keterangannya.

Selain itu, fee based income dari layanan digital tercatat sebesar Rp38 miliar. Meski demikian, penyaluran kredit belum sepenuhnya mencapai target, terutama akibat keterlambatan realisasi pinjaman daerah.

Ke depan, manajemen akan menggeser fokus bisnis dari kredit konsumtif aparatur sipil negara (ASN) ke kredit produktif dan komersial, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami tidak ingin lagi terlalu bergantung pada kredit konsumtif. Penguatan UMKM dan sektor produktif menjadi prioritas agar sejalan dengan arah pembangunan daerah,” kata Indra.

Untuk 2026, Bank Lampung menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8,5 persen, dana pihak ketiga 7,69 persen, dan laba meningkat 9,43 persen atau sekitar Rp225 miliar. Target tersebut akan didorong melalui pembiayaan sektor pertanian, ketahanan pangan, kehutanan sosial, konstruksi, serta percepatan digitalisasi layanan.

Perseroan juga akan memperkuat sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan likuiditas, teknologi informasi, dan keamanan siber.

Menurut Indra, tahun 2025 menjadi fondasi transformasi Bank Lampung melalui perubahan visi menjadi bank unggul dan pilihan utama masyarakat, pembentukan tim percepatan bisnis dan layanan, penataan struktur organisasi, serta penerapan nilai budaya kerja yang menekankan sinergi, integritas, profesionalisme, inovasi, dan loyalitas.

Transformasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mengakselerasi kinerja perseroan pada 2026. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *