Linkarutama.com – Puluhan peserta dari berbagai klub renang mengikuti Pelatihan Juri Wasit Renang kategori Pratama yang digelar Lampung Fast Swim bekerjasama dengan Aquatik Kota Bandar Lampung, Hotel Emersia, Sabtu (1/8/2026).
Pelatihan yang diikuti 4 provinsi yakni, Lampung, Jakarta, Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan ini bertujuan untuk mencetak wasit dan juri renang baru yang kompeten, serta memenuhi kebutuhan tenaga teknis pertandingan di tingkat daerah.
Ketua Panitia Pelatihan Juri Wasit kategori Pratama, Yudha Al Hadjid mengatakan pelatihan kategori pratama merupakan jenjang dasar bagi calon juri dan wasit renang.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menyiapkan wasit-wasit muda yang memahami peraturan, netral, dan siap bertugas di kejuaraan daerah maupun sekolah. Harapannya ke depan kualitas perwasitan renang semakin meningkat,” ujarnya.
Yudha menyampaikan pelatihan yang diikuti 52 peserta ini digelar selama dua hari yakni 1-2 Agustus, peserta dibekali materi peraturan renang dari World Aquatics, kode etik wasit, sistem penilaian, hingga tugas masing-masing posisi seperti starter, hakim gaya, hakim balik, dan pencatat waktu.
“Tidak hanya teori, para peserta juga diberikan praktik langsung di kolam. Jadi diharapkan lulusan pelatihan ini bisa segera dilibatkan dalam kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional,” paparnya.
Ketua Akuatik Indonesia Bandar Lampung, Sumarwan mengatakan juri dan wasit menjadi faktor yang menentukan. Wasit yang profesional dapat bersikap netral dalam menjalankan peraturan.
“Wasit merupakan ujung tombak untuk menyukseskan kejuaraan tersebut. Untuk itu, wasit harus dibekali pengetahuan tentang peraturan pertandingan dan perlombaan yang berlaku,” ungkapnya.
Sumarwan berpesan pada momentum pelatihan ini hendaknya dapat menjadi jembatan untuk menjalin silaturahmi, saling mengenal, dan juga dapat menciptakan hubungan harmonis antara sesama peserta pelatihan.
“Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan kepada para peserta dapat meningkatkan kualitas sumber daya wasit/juri dari cabang olahraga renang dan profesional ke depannya,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Umum Akuatik Indonesia Lampung, Ade Utami Ibnu mengatakan bahwa Provinsi Lampung kini telah berkembang menjadi salah satu destinasi utama penyelenggaraan kejuaraan olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Setiap kali ada agenda kejuaraan, Lampung kerap menjadi pertimbangan dan tujuan utama para atlet untuk berlaga. Seiring dengan peningkatan status tersebut, kualitas penyelenggaraan kegiatan olahraga di daerah ini juga harus terus ditingkatkan,” ujar Ade.
Menurut Ade, penyelenggaraan kejuaraan tidak boleh lagi diwarnai oleh kesalahan-kesalahan teknis yang disebabkan oleh kurang piawai atau kurang kecakapannya juri dan wasit di lapangan.
“Oleh karena itu, kegiatan pelatihan juri dan wasit renang ini diselenggarakan sebagai langkah standarisasi untuk menghadirkan kejuaraan-kejuaraan yang berkualitas,” katanya.
Ia menegaskan kepastian dan kualitas suatu event olahraga, sangat menentukan kepercayaan para atlet. Ketika ajang yang diikuti dikelola secara profesional, para atlet akan memiliki rasa percaya diri dan keyakinan bahwa prestasi mereka akan dinilai secara adil, objektif, serta dihargai sebagaimana mestinya. Atas dasar itulah keberadaan dan peran pelatihan ini menjadi sangat vital.
“Seluruh peserta diharapkan dapat menyerap materi pelatihan selama dua hari ini dengan sebaik-baiknya dan tidak menjadikannya sekadar formalitas belaka. Pelatihan juri dan wasit renang ini harus dijalankan secara serius dari awal hingga akhir dengan sistem penilaian yang ketat. Peserta yang belum memenuhi standar kelayakan tidak boleh diluluskan begitu saja,” ungkapnya.
Ia menambahkan melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengasah kemampuan dan kompetensinya secara maksimal.
“Dengan demikian, kapan pun keahlian tersebut dibutuhkan baik untuk tingkat Porprov, Porda, hingga ajang PON, para juri dan wasit dari Provinsi Lampung siap direkomendasikan dan menjalankan tugasnya secara profesional,” pungkasnya.(*/her)

