Oleh: Natalia Juliana Surya,M.Pd.
Linkarutama.com – Sebanyak 90 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Ekonomi dan KKA tingkat SMA se-Kota Bandar Lampung mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial Berbasis Kelompok Kerja.
Kegiatan tersebut berlangsung pada, Sabtu (8/8/ 2026) aula di SMA Negeri 7 Bandar Lampung.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam atau deep learning serta mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial ke dalam proses pembelajaran di kelas.
Hal ini sejalan dengan upaya transformasi pendidikan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi era digital.
Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Risna Intiza, SH., MH. selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya Risna Intiza menekankan pentingnya guru beradaptasi dengan perkembangan di era teknologi.
“Guru harus selalu bergerak untuk mengimbangi setiap perubahan. Dengan pembelajaran mendalam dan pemahaman AI, kita bisa menciptakan pembelajaran yang bermakna, tidak hanya hadir tanpa makna. Saya harap guru-guru di Bandar Lampung menjadi guru yang selalu siap belajar sepanjang hayat,” ujar Risna Intiza.
Sementara, Drs. H. Suharto, M.Pd. selaku Ketua MKKS Kota Bandar Lampung mengapresiasi inisiatif pelatihan ini dan mendorong seluruh peserta untuk aktif dan mengimplementasikan ilmu yang didapat di sekolah masing-masing. Terkhusus untuk kepala sekolah yang harus selalu siap untuk bertumbuh bersama karena sejatinya “Maju Bersama Sukses Semua”.
“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai awal untuk menciptakan pembelajaran yang kolaboratif dan menyenangkan. MKKS siap mendukung penuh program-program yang diselenggarakan untuk peningkatan mutu guru,” tandas Suharto.
Disisi lain, dalam materi inti pada siklus 1 juga disampaikan Kamil, SS., M.Pd. selaku perwakilan BGTK Provinsi Lampung yang membawakan materi terkait Inkuiri Kolaboratif dan Growth Mindset.
Dalam pemaparannya, Kamil menekankan bahwa growth mindset merupakan kunci agar guru tidak takut gagal dalam mencoba hal baru seperti koding dan AI.
Sementara _inkuiri kolaboratif_ dapat melatih guru berpikir kritis dan memecahkan masalah bersama.
“Jangan takut mencoba. Otak itu seperti otot, semakin dilatih semakin kuat. Dengan inkuiri kolaboratif, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, tapi menjadi fasilitator,” jelas Kamil.
Dari pantauan di lokasi, para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan dengan serius.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kelompok kerja SMA di Kota Bandar Lampung untuk aktif dalam mengimplementasikan kurikulum yang berpusat pada murid, berbasis teknologi, dan berkarakter kolaboratif. Bersama MGMP Mata Pelajaran sebagai kelompok kerja terus belajar dan bertumbuh bersama.
Diketahui, pada mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai mata pelajaran pilihan terintegrasi untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
Kurikulum ini tentu bertujuan membangun kemampuan berpikir komputasional, literasi digital, pemecahan masalah, serta etika penggunaan teknologi sejak dini.
Mata pelajaran ini juga menggabungkan koding dan kecerdasan artifisial sebagai satu kesatuan utuh. Fokus utamanya bukan hanya mencetak pemrogram, tetapi membentuk pola pikir logis, kritis, dan bertanggung jawab secara etis terhadap teknologi.(*)

