Linkarutama.com – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya peran pondok pesantren dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri sesuai bakat masing-masing.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Sarasehan Pengasuh Pondok Pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan di Kantor PCNU Lampung Selatan, Jalan Trans Sumatera, Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Minggu (19/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, bersama sejumlah pejabat utama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sarasehan juga dihadiri para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.
Pada kesempatan itu, Bupati Egi mengajak para pengasuh pondok pesantren untuk membangun pola pendidikan yang lebih adaptif dengan membuka ruang komunikasi bersama para santri. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda sehingga perlu dikenali dan diarahkan sejak dini.
“Kita harus bisa menanamkan visi dan misi para santri. Kita tanyakan mereka maunya jadi apa. Sebab, sejatinya Allah SWT memberikan bakat yang berbeda-beda kepada setiap anak, meskipun tujuannya sama, yaitu untuk syiar. Oleh karena itu, sebagai pengasuh, kita harus mampu menemukan talenta anak-anak didik kita,” ujar Bupati Egi.
Bupati Egi menilai, pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang unggul.
Karena itu, ia menegaskan kehadirannya dalam forum tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, termasuk pendidikan berbasis pesantren.
“Di forum yang sangat penting ini, saya sengaja menyempatkan hadir karena saya ingin Lampung Selatan jadi lebih baik di dunia pendidikan. Saya ingin pesantren di sini dapat melahirkan generasi emas,” kata Bupati Egi.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan untuk menyusun program yang dapat memfasilitasi kebutuhan pondok pesantren sekaligus mengintegrasikan pengembangan potensi santri ke dalam program pemerintah daerah.
“Saya sangat mendukung program-program NU karena konsep pendidikannya adalah mondok. Saya sudah arahkan Pak Sekda untuk melihat apa saja yang bisa kita bantu dan integrasikan untuk mendukung pondok pesantren di Lampung Selatan. Pemetaan bakat santri ini harus bisa jadi program kita ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Selatan, KH. Abdul Haris, menyampaikan bahwa para pengasuh dan pengurus pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai teladan bagi masyarakat maupun para santri.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi yang terbuka di lingkungan pesantren agar para santri memiliki keberanian menyampaikan pendapat dan mengembangkan kapasitas diri.
“Santri pesantren wajib berani bicara, dan pengurus harus sigap tanpa menutup-nutupi. Hari ini, sinergi PCNU Lampung Selatan dapat terjalin dengan baik. Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada para sahabat pengurus yang telah berupaya sejak minggu lalu sehingga acara hari ini berjalan dengan lancar,” ujar Abdul Haris.
Melalui sarasehan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama PCNU berharap sinergi dalam penguatan pendidikan pesantren terus berkembang, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak, berdaya saing, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan menyongsong Indonesia Emas 2045.(Kmf-Gil)

