Kacabdin Wilayah II Buka Workshop TKA: Bedah Kerangka dan Isi TKA MGMP SMA Kabupaten Tanggamus

Linkarutama.com – Bukan Sekadar Belajar, tetapi Tahu Cara Menjawab, Komitmen tersbeut tentu untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kesiapan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus diperkuat.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menggelar Workshop Bedah Kerangka dan Isi TKA Jenjang SMA se-Kabupaten Tanggamus pada Rabu, (12/8/ 2026), kemarin yang berlangsung di SMA Negeri 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Bapak Rodi Hayani Samsun, S.H., M.IP.

Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 1 Talang Padang selaku tuan rumah, jajaran kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum jenjang SMA, serta pengurus MGMP SMA Kabupaten Tanggamus.

Workshop diikuti oleh guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris bersama kepala sekolah satuan pendidikan jenjang SMA se-Wilayah II.

Keterlibatan berbagai unsur sekolah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman dan kesiapan bersama terhadap pelaksanaan TKA.

Bedah Kerangka dan Isi TKA Untuk memperkuat pemahaman peserta, workshop menghadirkan Drs. Dani Maulana, M.Si. bersama Tim Fasilitator Nasional TKA yang merupakan bagian dari tim penulis buku Power Up TKA.

Dalam sesi pemaparan, peserta diajak membedah kerangka TKA secara lebih mendalam, mulai dari indikator kompetensi, karakteristik soal, tuntutan kemampuan berpikir, soal berbasis penalaran, hingga kaidah penyusunan soal yang sesuai dengan standar asesmen.

Pembahasan tidak berhenti pada pemahaman tentang bentuk soal. Guru juga diajak melihat bagaimana proses pembelajaran di kelas perlu diarahkan agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami informasi, menganalisis permasalahan, menerapkan konsep, menggunakan penalaran, serta menentukan strategi yang tepat dalam menjawab soal.

Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya memahami apa yang ditanyakan, tetapi juga mengetahui bagaimana cara menemukan jawaban yang tepat melalui proses berpikir yang logis dan sistematis.

Berbagi Praktik Baik: Merancang Paket Soal TKA

Salah satu bagian penting dalam workshop adalah kegiatan Berbagi Praktik Baik melalui kerja kolaboratif antarguru. Peserta dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran untuk melakukan analisis dan pengembangan soal.

Kegiatan tersebut meliputi:

1.Menganalisis paket soal TKA wajib yang telah disusun MGMP berdasarkan kerangka dan kisi-kisi TKA 2026.

2.Mengidentifikasi kesesuaian indikator, materi, stimulus, dan level kognitif pada setiap soal.

3.Menyusun soal model TKA yang sesuai dengan indikator kompetensi dan karakteristik asesmen.

4.Mereviu dan mendiskusikan kualitas soal, agar memenuhi kaidah penulisan soal yang baik.

5.Merancang strategi pembelajaran di kelas yang berorientasi pada penguatan penalaran, literasi, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, guru tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana sebuah kerangka TKA diterjemahkan menjadi soal yang dapat mengukur kompetensi peserta didik secara tepat.

Menghasilkan Produk Nyata Workshop ini menghasilkan draft paket soal TKA wajib mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris tingkat SMA se-Kabupaten Tanggamus.

Paket soal tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh MGMP menjadi bank soal bersama serta digunakan sebagai salah satu bahan untuk uji coba dan persiapan peserta didik di sekolah.

Hasil ini menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan workshop tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman guru, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Penguatan Peran MGMP Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran MGMP SMA Kabupaten Tanggamus sebagai ruang kolaborasi profesional bagi guru.

Melalui MGMP, guru dari berbagai satuan pendidikan dapat saling berbagi praktik baik, melakukan telaah soal, menyusun perangkat asesmen, serta membangun standar bersama dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA.

Kebersamaan tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kesiapan antarsatuan pendidikan sehingga seluruh SMA di Wilayah II memiliki kesempatan yang sama untuk mempersiapkan peserta didiknya secara optimal.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Rodi Hayani Samsun, S.H., M.IP., dalam arahannya menekankan pentingnya tindak lanjut dari kegiatan workshop.

Menurutnya, hasil workshop perlu diteruskan melalui kerja nyata di sekolah dan MGMP, sehingga pemahaman yang diperoleh guru dapat berdampak langsung terhadap proses pembelajaran dan kesiapan peserta didik.

“Yang terpenting dari kegiatan ini bukan hanya memahami kerangka TKA, tetapi bagaimana pemahaman tersebut diterapkan dalam pembelajaran dan menghasilkan soal yang berkualitas. Saya berharap MGMP dapat terus berkolaborasi dan mengawal hasil workshop ini agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh SMA di Wilayah II,” ucapnya.

Komitmen Bersama Menghadapi TKA Workshop Bedah Kerangka dan Isi TKA menjadi momentum bagi sekolah, guru, dan MGMP SMA Kabupaten Tanggamus untuk menyatukan langkah dalam menghadapi asesmen. Bukan sekadar belajar untuk menjawab soal, tetapi membangun kemampuan peserta didik untuk memahami persoalan, menggunakan penalaran, memilih strategi, dan menemukan jawaban dengan tepat.

Dengan kolaborasi antara Cabang Dinas Pendidikan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, narasumber, dan MGMP, diharapkan persiapan TKA tidak hanya berlangsung menjelang pelaksanaan asesmen, tetapi menjadi bagian dari penguatan budaya belajar dan pembelajaran bermakna di sekolah.(Nat/her)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *