Kpw BI Lampung Dorong Percepatan Ekonomi Daerah Dukung Target Pembangunan Nasional

Linkarutama.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengikuti Rapat sinergi dan kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Lampung, Kpw Bank lndonesia (BI) Lampung, DJPb dan jajaran perangkat daerah yang di Pimpin Gibernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Jum’at (12/6/2026) di ruang rapat utama, kantor gubernur Lampung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menegaskan pihaknya siap mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah guna mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 20245.

Bimo menjelaskan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi penting mengingat adanya kesenjangan pembiayaan pembangunan yang dihadapi daerah.

Menurut Bimo, kebutuhan pembangunan di berbagai sektor terus meningkat, sementara kemampuan pendanaan melalui APBD memiliki keterbatasan.

Karena itu diperlukan upaya mencari sumber pembiayaan alternatif dan mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya mengukur dampak riil investasi terhadap perekonomian Lampung, termasuk pengaruhnya terhadap sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan proyek bioetanol yang memanfaatkan bahan baku dari kelapa sawit, tebu, sorgum dan komoditas lainnya.

Menurutnya, pengembangan industri tersebut perlu dikaji secara mendalam agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai sektor primer Lampung.

“Yang penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi bagaimana dampaknya terhadap perekonomian daerah dan sektor pertanian sebagai penyedia bahani baku. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bimo menegaskan bahwa Bank Indonesia bersama OJK dan DJPb siap mendukung upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Gubernur Lampung Ramhat Mirzani Djausal dalam paparannya mengatakan, target perrumbunan ekonomi hanya 8 persen, tentu tidak memungkinkan hanya mengandalkan APBD, maka perlu kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak.

” Provinsi Lampung memiliki potensi yang besar tentu memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, sektor swasta dan dari berbagai instansi vertikal agar lebih optimal,” kata Ramhat Mirzani Djausal, Guber Lampung.

Menurutnya, dari tujuan kita yang sama, dalam menyukseskan RPJMN, RPJMD dan mewujudkan visi Indonesia Emas yang harus kita capai.

Maka itu, keterbasan ruanv fiskal daerah sangat perlu berkolaborasi memperkuat dari berbagai sektor, baik pusat maupun daerah.

Pertumbuhan ekonomi yang di kejar harus bersifat inklusif agar manfaatnya dapat dirasakan lamgsung oleh masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan pekerjaan dan menurunkan angka kemiskinan, tandasnya.(*/her)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *